Pengorganisasian (Organizing) dalam Manajemen Pendidikan

Asnawir menyatakan bahwa pengorganisasian adalah aktivitas penyusunan, pembentukan hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Akitivitas mengumpulkan segala tenaga untuk membentuk suatu kekuatan baru dalam rangka mencapai tujuan merupakan kegiatan dalam manajemen, karena pada dasarnya mengatur segala sesuatu yang ada dalam sebuah organisasi maupun suatu lembaga adalah kegiatan pengorganisasian.

Kegiatan menyusun berbagai elemen dalam sebuah lembaga pendidikan maupun instansi merupakan kegiatan manajemen yang secara khusus disebut sebagai pengorganisasian, hal ini makin memperjelas bahwa di antara fungsi manajemen adalah menyusun dan membentuk berbagai hubungan kerja dari berbagai unit untuk menjadi sebuah tim yang solid, dari tim yang solid akan memberi kekuatan. Apabila terjadi kesatuan kekuatan dari berbagai elemen sistem untuk mencapai tujuan dalam lembaga maupun organisasi maka manajemen dianggap berhasil.

Ramayulis menyatakan pengorganisasian dalam manajemen sebagai upaya penetapan struktur peran-peran dengan cara membuat konsep-konsep kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan. Hal ini makin memperjelas posisi pengorganisasin dalam manajemen, konsep pengorganisasian tersebut secara jelas memberikan gambaran bahwa dalam manajemen ada upaya untuk melakukan peran-peran yang berbeda dalam rangka mewujudkan tujuan bersama, meskipun berbeda-beda dalam peran tetapi kesemua peran dan aktivitas tersebut bermuara kepada satu tujuan yaitu pencapaian target-target yang telah disepakati sebelumnya. Pencapaian target-target tersebut merupakan aktualisasi darai konsep-konsep yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini memberi pemahaman bahwa ada semacam gerakan aktif dan berkesinambungan berbagai unsur di dalam lembaga, organisasi maupun institusi untuk melakukan berbagai kegiatan yang terstruktur dan tertata rapi, sehingga terjalin keterkaitan yang saling mendukung untuk mewujudkan hasil akhir, hasil akhir tersebut adalah tujuan.

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

Pengoragnisasian yang baik akan tercermin dari stuktur organisasi yang meliputi aspek-aspek sbb: pembagian kerja, departemen mentalisasi, badan organisasi normal, rantai perintah dan kesatuan perintah, tingkat hirarki manajemen, saluran komunikasi, penggunaan komite, dan rentan manajemen dan kelompok-kelompok informal yang tidak dapat dihindarkan.

Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan nama organisasi dikelola.Faktor-faktor yang menentukan perencanaan struktur organisasi adalah:
1. Strategi organisasi umtuk mencapai tujuannya
2. Teknologi yang digunakan
3. Anggota atau karyawanyang terlibat dalam organisasi
4. Ukuran organisasi

Departementalisasi dalam organisasi ada beberapa pendakan yang dilakukan diantaranya:

- Departementalisasi fungsional artinya mengelompokkan pekerjaan berdasarkan fungsi atau kegiatan sejenis.
- Departementalisasi divisional artinya pengelompakkan kegiatan dengan menggunakan devisi.

Bagan organisasi ini akan menunjukkan rantai perintah dan kesatuan perintah, serta tingkat hirarki manajemen dan saluran komunikasi.

Penggunaan komite ini digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tertentu kadang organisasi membentuk komite.

Kelompok informal terbentuk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusiawi yang tidak sepenuhnya bias dipuaskan hubungan formal.

Rentan manajemen dimaksudkan berapa jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang pimpinan atau manajer.Rentan manajer sering disebut  dengan istilah-istilah span of control, span of authority, span of attention, atau span of supervision.

Sumber: itantenalesya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It