Showing posts with label Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi. Show all posts

Mudahnya Instal dan Registrasi PPOB AKL Payment

Aplikasi AKL Payment yang lagi populer saat ini. Ternyata mudah loh instalasi dan registrasinya. Temen-temen semua dapat download aplikasi tersebut di playstore dengan kata kunci "akl payment" atau klik ikon ini 


Slogan "Jadikan Smartphone sumber CUAN" memang benar banget, karena dengan instal dan registrasi aplikasi, pengguna dapat menggunakan aplikasi untuk transaksi pribadi dengan hpp di setiap produk yang sangat murah. Jika itu sangat murah, kalau digunakan untuk berbisnis tentu akan sangat menguntungkan apalagi di kalangan pelajar (osis).

Cara Install dan Registrasinya :

  1. Cari di Google dengan kunci "akl payment";
  2. Install dan tunggu sampai selesai;
  3. Ijinkan akses yang memungkinkan nanti terintegrasi untuk transaksi;
  4. BUAT AKUN BARU. (1) Masukan  nama toko sendiri (Misal: Toko Jaya Abadi), (2) Masukan alamat sendiri (Misal: Parunglesang, Banjar), dan (3) Masukan nomor WhatsApp.
  5. Pilih KIRIM, lalu Kirim OTP Via WhatsApp.
  6. Masukan OTP dan MASUK.
Kamu bisa melihat langkah-langkahnya dengan lengkap di video berikut:


Sekian tutor dari kami, selamat mencoba.....

Rumus fugsi pada Microsoft Excel

Microsoft Excel merupakan salah satu aplikasi esensial yang diperlukan oleh semua orang. Mengingat fungsinya untuk melakukan penghitungan membuat aplikasi ini banyak digunakan. Baik oleh mereka yang masih mengenyam pendidikan hingga yang sudah bekerja.

Microsoft Excel merupakan sebuah aplikasi spreadsheet yang telah dikembangkan oleh Microsoft untuk sistem operasi Microsoft Windows, Mac OS X, dan iOS. Selain itu, di dalam Microsoft Excel terdapat banyak berbagai macam fitur yang bisa digunakan seperti grafik, kalkulasi, tabel dan lainnya. Jadi sebenarnya aplikasi ini tidak hanya bisa digunakan untuk melakukan operasi penghitungan saja.

Penggunaan rumus excel harus mengetahui terlebih dahulu alamat sel dan alamat range karena dalam penggunaan rumus akan dicantumkan alamat sel tersebut.

Sel adalah pertemuan baris dan kolom sementara range adalah kumpulan dari beberapa sel. Berikut contohnya.


Rumus Fungsi pada Microsoft Excel

Rumus         |    Keterangan

SUM         Menjumlahkan

AVERAGE Mencari Nilai Rata-Rata

AND         Mencari Nilai dengan Perbandingan Dan

NOT         Mencari Nilai Dengan Pengecualian

OR                 Mencari Nilai dengan Perbandingan Atau

MAX         Mencari Nilai Tertinggi

MIN         Mencari Nilai Terendah

SINGLE IF Mencari Nilai Jika Kondisi BENAR/SALAH

MULTI IF Mencari Nilai Jika Kondisi BENAR/SALAH Dengan Banyak Perbandingan

AREAS         Menampilkan Jumlah Area (range atau sel)

CHOOSE Menampilkan Hasil Pilihan Berdasarkan Nomor Indeks

HLOOKUP Mencari Data dari sebuah tabel yang disusun dalam format mendatar

SUBTOTAL Menjumlahkan nilai yang hanya di filter

VLOOKUP Mencari Data dari sebuah tabel yang disusun dalam format tegak

MATCH           Menampilkan posisi suatu alamat sel yang di tetapkan

COUNT           Menghitung Jumlah Cell dalam Suatu Range

COUNTIF Menghitung Jumlah Cell dalam Suatu Range dengan kriteria tertentu

COUNTA Menghitung Jumlah Cell Yang Terisi

DAY         Mencari Nilai Hari

MONTH     Mencari Nilai Bulan

YEAR         Mencari Nilai Tahun

DATE        Mendapatkan Nilai Tanggal

LOWER        Merubah Huruf Teks Menjadi Huruf Kecil

UPPER           Merubah Huruf Teks Menjadi Huruf Besar

PROPER        Merubah Karakter Awal Teks Menjadi Huruf Besar

Contoh sederhana penggunaan rumus pada excel ;

Pada sel A1, B1 dan C1 di entri angka 10, 5 dan 12. Pada Sel D7 kita akan memunculkan jumlah dari ketiga angka tersebut. Rumus yang digunakan untuk menjumlah nilai adalah SUM. Maka =SUM(Range yang akan dijumlah) => =SUM(A1:C1) kemudian enter, otomatis pada sel D7 akan muncul jumlah A1+B1+C1. INGAT !! Penggunaan rumus pada excel harus menggunakan "=" sebelum memasukan rumus fungsi.

Sebenarnya masih banyak rumus fungsi yang digunakan dalam Microsoft Excel. Rumus tersebut didak baku pada satu rumus saja, tapi bisa di kombinasi dengan berbagai rumus excel misalnya =IF(AND(NOT……

Level akun pada MYOB ?

Pada Komputer Aplikasi (MYOB) terdapat dua tipe akun yaitu akun header dan akun detail. Akun header dan Detail memiliki level masing-masing. Level akun tertinggi biasanya berada pada akun header. Namun sebelum ke pembahasan level akun, mari kita bahas tipe akun header dan detail terlebih dahulu.

a. Akun Header
Merupakan akun induk atau akun yang masih mempunyai sub akun lagi dibawahnya. Akun header biasanya non postable atau tidak dapat diisi saldo nominal. Akun header dibagi menjadi akun Assets, Liability, Equity, Income, Cost of Sales, Income, Expense, Other Income, dan Other Expense.

b. Akun Detail
Merupakan bagian dari akun header yang menjadi pos dalam transaksi dan masuk ke dalam akun ketika di jurnal. Akun detail ini postable atau dapat diisi saldo nominal pada neraca awal atau ketika transaksi sekalipun. Kelompok akun detail ini terbagi menjadi: Bank, Account Receivable, Other Current Assets, Fixed Assets, Other Assets, Credit Card, Account Payable, Other Current Liability, Long Term Liability, Other Liability, Income, Cost of Sales, Expense, Other Income dan Other Expense.

c. Level Akun
Sering kali kita membuat akun pada aplikasi MYOB tanpa memperhatikan level akun. Padahal level akun merupakan hal yang perlu di perhatikan karena mempengaruhi saldo header akun. Level akun merupakan urutan akun mulai dari akun header sampai detail, biasanya di simbolkan dengan nomor akun. Sebagai contoh :
1-0000 Assets
   1-1000 Current Assets
        1-1100 Bank Mandiri
        1-1200 Petty Cash
   1-2000 Fixed Assets
Kita ambil sampel yang 1-1100 Bank Mandiri.
Angka 1 menunjukan level 1 yaitu termasuk bagian dari Assets
Angka 1 menunjukan level 2 yaitu termasuk bagian dari Current Assets
Angka 1 menunjukan level 3 yaitu Akun Bank Mandiri
Angka 00 menunjukan level berikutnya, tapi kebetulan pada akun Bank Mandiri tidak ada akun bagian lagi, maka di akhiri dengan angka 00.

Header Assets harus berada pada posisi yang lebih depan karena sifatnya sebagai kepala akun dari akun Header Current Assets dan akun-akun detail lainnya. Fungsinya akun header yang paling depan akan mengakumulasi jumlah saldo akun-akun yang levelnya lebih bawah. Jika mereka semua sejajar posisinya, meskipun akun header levelnya lebih tinggi tidak akan mengakumulasi jumlah saldo akun-akun yang levelnya lebih bawah.

Jika sudah terlanjur membuat akun header dan detail sejajar, kita dapat menyesuaikan levelnya dengan cara klik akun yang akan di sesuaikan lalu pilih Up atau Down. Up untuk mengubah level akun lebih depan sedangkan down untuk mengubah level akun lebih rendah. Perhatikan gambar disamping ! 


Sumber : PaSuhe

Jenis - jenis Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang harus dibayarkan subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak. Kewajiban pajak pada pajak penghasilan melekat pada wajib pajak atau subjek pajak bersangkutan sehingga tidak dapat diwakilkan. Berikut adalah penjelasan singkat jenis - jenis Pajak Penghasilan (PPh) :

1. Pajak Penghasilan Pasal 21
PPh pasal 21 adalah pemotongan pajak untuk penghasilan dari pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

2. Pajak Penghasilan Pasal 22
PPh pasal 22 adalah pajak penghasilan yang dikenakan kepada badan usaha tertentu, baik milik pemerintah maupun swasta yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor, impor dan re-impor. Beberapa kegiatan yang masuk dalam jenis pajak penghasilan pasal 22 adalah penyerahan barang; kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain; dan pembelian barang yang tergolong sangat mewah.

3. Pajak Penghasilan Pasal 23
PPh pasal 23 adalah adalah pungutan yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Wajib pajak PPh 23 akan dipotong sebesar 15% dari jumlah bruto atas dividen, bunga, royalti, dan hadiah atau penghargaan atau bonus. Atau dipotong sebesar 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta dan imbalan sehubungan dengan jasa teknis, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21.

4. Pajak Penghasilan Pasal 25
Pajak Penghasilan Pasal 25 pembayaran berupa angsuran pajak yang berasal dari jumlah pajak penghasilan terutang menurut SPT Tahunan PPh dikurangi PPh yang dipotong atau dipungut serta PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan. PPh Pasal 25 biasanya dimasukan pada Prepaid Income Tax (Article 25) pada kelompok akun Asset karena sifatnya sebagai pajak yang diangsur/ dibayar dimuka. Pada praktiknya perusahaan boleh mengangsur pajak berapa saja berdasarkan hasil dari review dan analisa besar pajak terutang tahun buku sebelumnya, maka perusahaan merancang atau memprediksi perkiraan besar pajak terutang pada periode berikutnya. Tujuan angsuran pajak/ pajak dibayar dimuka ini adalah untuk meringankan beban pajak pada akhir periode.

5. Pajak Penghasilan Pasal 26
Jenis pajak penghasilan ini dikenakan atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang diterima atau diperoleh wajib pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia. PPh 26 dengan subjek pajaknya yang umumnya merupakan orang asing, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang Tax treaty (P3B) yang berlaku di Indonesia. P3B adalah singakatan dari Persetujuan Penghidaran Pajak Berganda yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dengan negara-negara sahabat. P3B merupakan rekonsiliasi dari dua undang-undang pajak yang berbeda dalam rangka membagi hak pemajakan.

6. Pajak Penghasilan Pasal 29
PPh pasal 29 adalah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak baik WP Orang Pribadi dan/atau WP badan sebagai akibat PPh terutang dalam SPT tahunan PPh lebih besar dari pada kredit pajak yang telah dipotong atau dipungut pihak lain dan yang sudah disetor sendiri.

7. Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2)
PPh pasal 4 ayat (2) adalah pajak atas penghasilan yang bersifat final serta tidak dapat dikreditkan dengan pajak penghasilan terutang.
Objek pajak penghasilan pasal 4 ayat (2) adalah investasi, atau simpanan seperti bunga deposito, bunga obligasi dan surat utang negara, bunga simpanan yang dibayarkan koperasi, hadiah undian, transaksi saham dan sekuritas lainnya, serta transaksi-transaksi lainnya yang menguntungkan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Gelar Profesional Akuntan dengan Ujian Sertifikasi Akuntansi


Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi. Sertifikasi profesional, kadang hanya disebut dengan sertifikasi atau kualifikasi saja. Namun sebenarnya sertifikasi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik.
Berikut adalah beberapa sertifikasi akuntansi di Indonesia dan luar negeri. Orang yang telah tersertifikasi melalui Uji Kompetensi maka dia pantas disebut sebagai akuntan.

1. Certified Public Accountant (CPA)
Sesuai dengan namanya, Certified Public Accountant (Akuntan Publik Tersertifikasi), adalah sertifikasi yang diberikan untuk profesi akuntan publik. Di Indonesia, CPA sebelumnya menggunakan istilah BAP (Bersertifikat Akuntan Publik).

2.    Certified Internal Auditor (CIA)
CIA adalah sertifikat untuk profesi auditor internal dalam profesi akuntansi. Sertifikat ini dikenal luas di beberapa negara. CIA sendiri dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditor (IIA) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat. CIA adalah satu-satunya gelar sertifikasi yang diterima secara global untuk profesi auditor internal.

3. Certified Management Accountant (CMA)
Sertifikat Certified Management Accountant (CMA) diberikan kepada akuntan manajemen yang bekerja di sebuah perusahaan. Sertifikat CMA dikeluarkan oleh Institute for Certified Management Accountant (ICMA) yang berlokasi di Australia.

4. Chartered Management Accountant (CMA)
Berbeda dengan CMA sebelumnya, Chartered Management Accountant (CMA) dikeluarkan oleh Chartered Institute for Accountant Management (CIMA) yang berbasis di Inggris.

5. Certified Professional Management Accountant (CPMA)
Sertifikat CPMA secara garis besar juga sama dengan sertifikat CMA Australia dan CMA Inggris.

6. Certified Information System Auditor (CISA)
CISA adalah sebuah bukti pencapaian kemampuan seorang profesional di bidang audit, kontrol dan keamanan sistem informasi. CISA dikeluarkan oleh Information System Audit and Control Association (ISACA) sejak tahun 1978.

7. Chartered Financial Analyst (CFA)
CFA adalah sertifikat yang dikeluarkan untuk profesi analis keuangan dan investasi.

8. Certified Financial Planner (CFP)
Sertifikat ini dikeluarkan oleh Financial Planning Standards Board (FPSB) untuk seseorang yang ahli di bidang perencanaan keuangan.

9. Certified Fraud Examiners (CFE)
CFE dikeluarkan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Dengan memiliki sertifikat ini berarti seseorang memiliki pemahaman dan keahlian sebagai professional anti kecurangan di bidang keuangan.

10. Certified Wealth Managers (CWM)
Profesi wealth manager adalah profesi yang sangat dibutuhkan dalam industri perbankan.

11. Diploma in International Financial Reporting (DipIFR)
Sebagai dampak harmonisasi standar akuntansi diseluruh dunia yang mengerucut pada International Financial Reporting Standard (IFRS) dibutuhkan para professional accounting yang memiliki keahlian dibidang IFRS tersebut. Diploma in International Financial Reporting (DipIFR) lahir untuk memenuhi kebutuhan akan professional tersebut.

12. Besertifikat Konsultan Pajak (BAP)
Salah satu persyaratan untuk mendapatkan ijin praktek sebagai konsultan pajak adalah lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) sesuai dengan keputusan Menteri keuangan No 485/KMK.03/2003.

13. Certified PSAK (CPSAK)
CPSAK adalah sertifikasi lokal Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

14. Sertifikat Akuntansi Syariah (SAS)
Akuntansi syariah adalah salah satu cabang baru dalam bidang akuntansi. Meskipun sebuah cabang baru dalam bidang akuntansi, namun akuntansi syariah sudah mendapatkan animo yang besar dari masyarakat Indonesia.

15. Ahli Akuntan Pemerintahan (AAP)
Akuntansi pemerintahan adalah cabang akuntansi khusus yang ada di Indonesia.

16. Certified Associate Accounting Technician (CAAT)
Sertifikat kompetensi setingkat akuntan oleh LSP-TA. Sebutan profesi Bersertifikat Asosiasi Teknisi Akuntansi (Certified Associate Accounting Technician) disingkat CAAT untuk pemegang sertifikat kompetensi LSP-TA Kualifikasi II, III dan IV.

17. Certified Accounting Technician (CAT)
Sertifikat kompetensi setingkat akuntan oleh LSP-TA. Sebutan profesi Bersertifikat Teknisi Akuntansi (Certified Accounting Technician) disingkat CAT untuk pemegang sertifikat kompetensi LSP-TA Kualifikasi V 3.

18. Certified Professional Accounting Technician (CPAT)
Sertifikat kompetensi setingkat akuntan oleh LSP-TA. Sebutan profesi Bersertifikat Teknisi Akuntansi Profesional (Certified Professional Accounting Technician) disingkat CPAT untuk pemegang sertifikat kompetensi LSP-TA Kualifikasi VI.

19. CA (Chartered Accountant)
Adalah sertifikasi untuk profesi akuntansi setingkat akuntan yang telah lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP).

Sertifikasi komputer akuntansi oleh MYOB. Di Indonesia sertifikasi ini diberikan oleh NET-21 dan b-one.

20. MYOB Certified Entry Level (MCEL)
Sertifikasi untuk pemula, bagi mereka yang baru menyelesaikan tingkat pendidikan.

21. MYOB Certified User (MCU)
Sertifikasi Guru/Dosen, meneguhkan dedikasi sebagai pendidik.

22. MYOB Certified Profesional (MCP)
Sertifikasi para profesional yang siap berkarir dan berdaya saing di level perusahaan.

Sertifikasi komputer akuntansi oleh Accurate. Di Indonesia sertifikasi ini diberikan oleh PT. Ultimasolusindo.

23. CADE (Certified Accurate Data Entry)
Adalah ujian praktik komputer akuntansi  menggunakan software ACCURATE untuk tingkat pemula(basic) seperti staff administrasi, siswa/i SMK.

24. CAP (Certified Accurate Professional)
Adalah ujian praktik komputer akuntansi menggunakan software ACCURATE untuk tingkat mahir(advance) seperti accounting, supervisor, owner, mahasiswa, dosen dan guru.

Sumber pelengkap :
1. Akuntansi online
2. Wikipedia
3. LSP Teknisi Akuntansi

Istilah Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur

Istilah akuntansi dalam akuntansi perusahaan jasa, akuntansi perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur sebenarnya tidak jauh berbeda. Yang menjadi pembeda adalah akun-akun baru yang tidak ada di dalam salah satu akuntansi perusahaan. Misal Persediaan Barang Dagangan tidak ada di perusahaan jasa, maka kita harus mencari istilahnya. Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja dan Biaya Overhead Pabrik hanya ada di Manufaktur. Maka kita harus mencari lagi intilahnya. Berikut saya sajikan beberapa istilah akuntansi yang ada di perusahaan manufaktur.
  1. Akuntansi biaya (cost accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penetapan beban pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik/manufaktur (sekarang ini ruang lingkup akuntansi biaya diakui tidak hanya terbatas pada penetapan beban pokok produksi saja, tetapi juga mencakup perencanaan dan pengendalian).
  2. Bahan baku (raw materials): bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.
  3. Bahan pembantu (indirect materials): bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  4. Bahan jadi (finished goods): barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum dijual. Biaya yang tercakup di dalamnya meliputi seluruh biayapabrik.
  5. Biaya pabrik (manufacturing cost): biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang dibebankan dalam suatu periode.
  6. Biaya overhead prabik (factory overhead cost): biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan barang langsung yang tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  7. Biaya produksi (production cost): Biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.
  8. Tenaga kerja langsung (direct labor): buruh yang mengenai secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  9. Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor): barang yang biayanya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.
  10. Beban pokok produksi (cost of goods manufactured): biaya pabrik ditambah dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses akhir. Biaya ini merupakan biaya produksi dari barang yang telah diselesaikan selama suatu periode.
  11. Persediaan dalam proses (work in process): Biaya bahan baku dan biaya-biaya pabrik lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.
  12. Cost of goods sold computation – perhitungan beban pokok penjualan. Dalam sebuah perusahaan manufaktur, beban pokok penjualan dihitung sebagai berikut: persediaan awal barang jadi ditambah barang yang dibuat dalam setahun (menurut laporan pabrikasi) dikurangi dengan persediaan akhir barang jadi; juga dinamakan skedul beban pokok penjualan.
  13. Finished goods inventory – persediaan barang jadi. Sebuah asset lancar yang terdiri atas biaya yang terjadi dalam pembuatan produk perusahaan (mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik); persediaan barang jadi terdiri dari produk yang telah siap, tapi belum lagi dijual pada tanggal neraca.
  14. Manufacturing statement – laporan pabrikasi. Sebuah laporan untuk manajemen yang menunjukkan harga pokok barang yang dibuat selama periode tersebut; persediaa awal barang dalam proses ditambah biaya pembuatan (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead) dikurangi dengan persediaan akhir persediaan dalam proses sama dengan harga pokok barang yang dihasilkan dalam periode tersebut.
  15. Raw material inventory – persediaan bahan baku. Suatu asset lancar yang terdiri dari bahan baku dan penolong yang dipergunakan dalam pembuatan produk perusahaan.
  16. Schedule of factory overhead. Suatu laporan yang berisi semua perkiraan overhead pabrik yang terdapat pada buku pembantu overhead pabrik dengan saldonya; total saldo dari perkiraan ini harus cocok dengan saldo perkiraan overhead pabrik.
  17. Work in process inventory – persediaan barang dalam proses. Asset lancar yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terjadi dalam pembuatan produk yang masih belum selesai pada tanggal neraca; juga dinamakan persediaan barang dalam proses.
Diatas terdapat 17 istilah dalam akuntansi untuk perusahaan manufaktur dimana istilah akuntansi tersebut perlu dipahami makna dan tujuannya.

Akuntansi di bisnis pulsa

Bunter Cyber adalah layanan bisnis yang bergerak di bidang penjualan saldo deposit dan pulsa all operator. Bunter Cyber diambil dari kata Bunter dan Cyber dimana Bunter adalah nama desa di Kecamatan Sukadana - Ciamis. Nama Bunter tersebut diambil menjadi brand dengan tujuan mengenalkan daerah terpencil dan jauh dari jangkauan kota. Selain itu, di Bunter juga memiliki infrastruktur jalan yang belum terperhatikan secara merata oleh pemerintah. Dengan brand Bunter ini diharapkan daerah tersebut menjadi dikenal dan lebih disentuh lagi oleh banyak kalangan. Cyber diambil dari bahasa jaringan komputer yang diluar dunia nyata. Maksudnya bahwa Bunter Cyber bergerak di layanan bisnis yang bersifat maya dan lebih cenderung menggunakan layanan internet. Contohnya isi saldo pulsa, isi pulsa via Whatsapp, Telegram, dan Hangout.

Bunter Cyber berdiri sejak tahun 2014 oleh Endang Suhendar di Jalan Candiaspal, Blok Cikadu, Dsn. Cukancah Ds. Bunter Sukadana - Ciamis. Meski baru beberapa tahun berdiri, hingga pertengahan tahun 2017 omzetnya mencapai IDR 60.000.000/ bulannya. Secara administrasi, laporan keuangan Bunter Cyber sudah bisa disebut akuntabel karena setiap hari dilakukan penjurnalan dan memiliki laporan keuangan yang cukup lengkap seperti Laporan Laba/ Rugi, Laporan Perubahan Modal dan Neraca. Pemilik Bunter Cyber juga tidak menutup diri untuk siapapun yang ingin belajar membuat laporan keuangan dan pembukuan dalam bidang pulsa tersebut. Karena rata-rata penjual pulsa saat ini tidak memperhatikan administrasi pembukuan dan akuntansinya sehingga banyak diantara penjual pulsa yang gulung tikar. Padahal sekecil apapun modalnya ketika di administrasi & di akuntansikan maka uang tersebut akan terasa sangat bermakna, karena akan selalu terlihat perkembangan usaha yang telah di dirikan.

Dengan demikian kita bisa belajar, sekecil apapun usaha yang di dirikan maka sangat perlu di administrasikan bahkan di akuntansikan agar bisa melihat sejauh mana perkembangan usaha yang telah di dirikan. Jangan putus asa dengan modal usaha yang minim, karena modal itu tidak selalu dinilai dari materi/ uang. Kemauan dan kemampuan juga termasuk modal yang sangat mempengaruhi. "Jika kita mampu, kenapa tidak kita coba? Dengan dicoba kita bisa mengetahui sejauhmana usaha yang telah kita dirikan", kata pemiliknya.

Download Aplikasi Android Penjualan Pulsa >Download<
Cara instal :
1. Download aplikasi apk Jaya Mandiri Server
2. Instal aplikasi tersebut
3. Ikuti intruksi untuk memasukan data (ID AGEN & No HP. 085xxxxxx) No Hp yang dimasukan harus yang terdaftar di server dan menempel di handphone android !
4. Copy intruksi identitas android untuk di daftarkan
5. Paste dan kirim identitas tadi via sms dari nomor yang terdafar ke center
6. Aplikasi bisa digunakan

Mengelola Dana Kas Kecil "Imprest Fund System" & "Fluctuation Fund System"

A. PENGERTIAN

Pengertian kas kecil adalah kas dengan jumlah kecil yang digunakan untuk membiayai kepeluan perusahan yang relatif kecil dan keperluan mendadak. Sifat inti dari kas kecil adalah jumlahnnya yang dibatasi nominal tertentu dan penggunaannya untuk transaksi kecil.

Kas kecil dibentuk dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Menghindari cara pembayaran yang tidak praktis, misalnya menggunakan cek, hanya untuk keperluan yang relatif kecil.
  2. Melancarkan operasional perusahaan yang memiliki kebutuhan dana mendadak. Akan lama jika menunggu proses pengajuan pencairan dana dari atasan serta pencairan cek dari bank.
  3. Mempercepat pembayaran yang butuh dilunasi segera, sehingga tidak butuh menunggu dalam waktu lama.
  4. Menghindari kekurangan stok kebutuhan kantor yang bersifat kecil namun penting. Dengan adanya kas kecil, kebutuhan kantor dapat dibeli dengan cepat sehingga selalu tersedia.
  5. Memudahkan pegawai tanpa harus membuat mereka menggunakan uang sendiri dulu untuk keperluan kantor.

B. PENCATATAN KAS KECIL

Pencatatan kas kecil dibagi ke dalam dua metode. Berikut adalah jenis metode pencatatan kas kecil:

1. Metode Dana Tetap (Imprest Fund System)
Dalam metode tetap, jumlah dana dalam kas kecil relatif tetap setiap periode nya. Jumlahnya  sesuai dengan cek kas kecil dari bagian keuangan yang kemudian diuangkan dan diserahkan pada pemegang kas kecil.
Ketika menggunakan dana kas kecil, pemegang kas kecil harus membuat bukti pengeluaran. Dan dalam menggunakan  kas kecil, metode dana tetap tidak membuat jurnal kas kecil. Namun pencatatan dibuat berdasarkan pos-pos kebutuhan perusahaan.
Pencatatan dilakukan ketika pemegang kas kecil hendak melakukan pengisian kembali kas kecil. Pada metode ini, tanggal berapapun hendak dilakukan pengisian kembali, maka pembukuan kas kecil pada periode itu ditutup.

2. Metode Dana Tidak Tetap (Fluctuation Fund System)
Dalam metode tidak tetap atau fluktuasi, jumlah dana dalam kas kecil tidak tetap namun berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan yang dikeluarkan. Pada metode ini, jumlah dana kas kecil selalu berubah tiap pembukuan buku kas bulanan.
Pencatatan dilakukan setiap terjadi pengeluaran yang dibiayai oleh kas kecil. Buku pengeluaran kas kecil dalam metode ini mempunyai fungsi juga sebagai buku jurnal. Buku jurnal kas kecil ini kemudian menjadi dasar untuk pembukuan rekening-rekening yang lebih besar.
Jadi pada metode ini, setiap ada pengeluaran akan langsung dicatat di buku pengeluaran kas kecil. Pengeluaran langsung dikreditkan atau mengurangi jumlah kas kecil. Dengan begitu, jumlah kas kecil yang tersedia selalu dapat diketahui.
Karena bentuk pencatatan metode ini menggunakan jurnal, maka dana dimasukkan ke bagian debet atau kredit. Misalnya, di awal diberikan dana kas kecil sebesar Rp 5.000.000. Maka dana tersebut masuk di bagian debet. Ketika kemudian terjadi pengeluaran, masing-masing pengeluaran dicatat di bagian kredit buku kas.
Ketika dilakukan pengisian kembali, maka dana tersebut masuk ke bagian debet dan menambah saldo kas kecil.

3. CONTOH PENCATATAN
Soal Transaksi
1/2/2016 di bentuk dana kas kecil sebesar Rp 1.500.000
4/2/2016 di beli materai dan perangko unruk keperluan kantor sebesar Rp 225.000
10/2/2016 dikeluarkan kas kecil sebesar Rp 600.000 untuk perbaikan kendaraan kantor
12/2/2016 di keluarkan dana kas kecil untuk membeli bahan bakar kendaraan kantor sebesar Rp 275.000
16/2/2016 dilakukan pengisisan kembali dana kas kecil
17/2/2016 dikeluarkan kas kecil untuk melakukan perbaikan bangunan sebesar Rp 850.000
25/2/2016 di beli perlengkapan kantor sebesar Rp 450.000
1/3/20106  dilakukan pengisian kembali dana kas kecil

Jawaban
Pencatatan Dana Kas Kecil

Semoga bermanfaat...
Terimakasih telah berkunjung... 

Rekonsiliasi Fiskal (Laba Fiskal & Laba Akuntansi)

A. PENGERTIAN REKONSILIASI FISKAL
Rekonsiliasi fiskal adalah sebuah lampiran SPT Tahunan PPH Badan berupa kertas kerja yang berisi penyesuaian laba/rugi sebelum pajak menurut komersial atau pembukuan  (yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi) dengan laba/rugi yang terdapat dalam laporan keuangan fiskal (yang disusun berdasarkan prinsip fiskal). Rekonsiliasi fiskal merupakan proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto/laba yang sesuai dengan ketentuan pajak.

Rekonsilisasi fiskal dilakukan oleh Wajib Pajak karena terdapat perbedaan penghitungan, khususnya laba menurut akuntansi (komersial) dengan laba menurut perpajakan (fiskal). Laporan Komersial disebut juga Laba Akuntansi sedangkan Laporan Fiskal disebut juga Laba Fiskal. Laporan keuangan komersial ditujukan untuk menilai kinerja ekonomi dan keadaan finansial dari sektor swasta, sedangkan laporan keuangan fiskal lebih ditujukan untuk menghitung pajak. Penyebab perbedaan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan  fiskal adalah karena terdapat perbedaan prinsip akuntansi, perbedaan metode dan prosedur akuntansi, perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya, serta perbedaan perlakuan penghasilan dan biaya.

Jika suatu entitas (Wajib Pajak) harus menyusun dua laporan keuangan yang berbeda, maka disamping terdapat pemborosan waktu, tenaga, dan uang juga akan terjadi tidak tercapainya tujuan menghindari manipulasi pajak. Menurut Bambang Kesit (2001), untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa pendekatan dalam penyusunan laporan keuangan fiskal, yaitu:
 1. Laporan keuangan fiskal disusun secara beriringan dengan laporan keuangan komersial.
 2. Laporan keuangan fiskal ekstrakomtabel dengan laporan keuangan bisnis.
 3. Laporan keuangan fiskal disusun dengan menyisipkan ketentuan-ketentuan pajak dalam laporang keuangan bisnis.

Rekonsiliasi Fiskal
Untuk menjembatani adanya perbedaan tujuan kepentingan laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal serta tercapainya tujuan efisiensi maka lebih dimungkinkan untuk menetapkan pendekatan yang kedua. Perusahaan hanya menyelenggarakan pembukuan menurut akuntansi komersial, tetapi apabila akan menyusun laporan keuangan fiskal barulah menyusun rekonsiliasi terhadap laporan keuangan komersial tersebut.


B. PENYESUAIAN FISKAL, BEDA PERMANEN DAN TEMPORER
Fiskus menggunakan istilah Penyesuaian Fiskal Positif dan Penyesuaian Fiskal Negatif berdasarkan Keputusan Dirjen Pajak No. KEP. 141/PJ./2004. Berikut penjelasannya :
1. Koreksi Positif
Koreksi positif adalah koreksi fiskal yang mengakibatkan penambahan penghasilan yang disebabkan oleh adanya pengurangan biaya atau biaya yang semakin kecil yang diakui dalam laporan rugi laba komersial.
Beberapa transaksi yang dapat mengakibatkan adanya koreksi fiskal positif antara lain :
a. Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan usaha perusahaan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara pendapatan.
b. Biaya yang tidak diperkenankan sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak.
c. Biaya yang diakui lebih kecil.
d. Biaya yang timbul dari penghasilan yang bukan merupakan objek pajak.
e. Biaya yang timbul dari penghasilan yang sudah dikenakan PPh Final.

2. Koreksi Negatif
Koreksi Negatif adalah koreksi fiskal yang mengakibatkan pengurangan penghasilan yang disebabkan oleh adanya penambahan biaya atau biaya yang semakin besar yang diakui dalam laporan rugi laba komersial.
Beberapa transaksi yang dapat mengakibatkan adanya koreksi fiskal negatif anatar lain :
a. Biaya yang diakui lebih besar.
b. Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak.
c. Penghasilan yang sudah dikenakan PPh final.

Untuk keperluan akuntansi pajak penghasilan, kita mengenal juga bentuk lain dari koreksi fiskal yakni Beda Tetap (Permanen) dan Beda Waktu (Temporer).
1. Beda Tetap (Permanen)
Adalah perbedaan pengakuan pendapatan dan beban berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku dengan Standar Akuntansi Keuangan yang bersifat permanen. Artinya penghasilan atau biaya yang demikian tidak akan diakui untuk selamanya dalam rangka menghitung penghasilan kena pajak. Contoh: pemberian kenikmatan/ natura kepada karyawan, sumbangan, biaya jamuan makan, pendapatan bunga, pembayaran dividen.

Beda tetap terjadi karena adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya menurut akuntansi dengan menurut pajak, yaitu adanya penghasilan dan biaya yang diakui menurut akuntansi komersial namun tidak diakui menurut fiskal, atau sebaliknya. Beda tetap dengan laba kena pajak menurut fiskal (taxable income).

Beda tetap terdiri dari :
a. Menurut akuntansi merupakan beban, menurut pajak penghasilan tidak dapat dibiayakan atau tidak dapat dikurangkan dalam menghitung penghasilan kena pajak (non deductible expenses), diatur pada Pasal 9 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2000.
b. Menurut akuntansi merupakan pendapatan, menurut pajak penghasilan bukan merupakan objek PPh atau dikenakan PPh Final, diatur pada Pasal 4 ayat (3) huruf a UU No. 17 Tahun 2000.
c. Menurut akuntansi bukan merupakan pendapatan, menurut pajak penghasilan merupakan objek PPh misalnya hibah yang tidak memenuhi Pasal 4 ayat (3 dan 2) UU No. 17 Tahun 2000.
d. Menurut akuntansi bukan merupakan beban, menurut pajak penghasilan dapat dikurangkan untuk menghitung penghasilan neto fiskal, misalnya penghasilan tidak kena pajak untuk wajib pajak orang pribadi yang menyelanggarakan pembukuan.

2. Beda Waktu (Temporer)
Adalah perbedaan pengakuan pendapatan dan beban tertentu menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Perbedaan ini menyebabkan pergeseran pengakuan pendapatan atau beban antara satu tahun pajak ke tahun pajak lainnya. Contoh : penyusutan aktiva tetap, pengakuan terhadap piutang dan persediaan.

Beda waktu terjadi karena adanya perbedaan pengakuan besarnya waktu secara akuntansi komersial dibandingkan dengan secara fiskal, misalnya dalam ketentuan masa manfaat dari aktiva yang akan dilakukan penyusutan atau amortisasi.

Beda waktu terdiri dari :
a. Selisih penyusutan komersial di atas penyusutan fiskal
b. Selisih penyusutan komersial di bawah penyusutan fiskal
c. Penyisihan kerugian piutang (allowance for bad debts)
d. Penyisihan kerugian persediaan
e. Penyisihan pesangon
f. Penyisihan penurunan nilai surat-surat berharga
g. Penyisihan potongan penjualan dan sebagainya.

Tag :

Konvergensi PSAK ke IFRS

     Konvergensi PSAK ke IFRS Sesuai dengan roadmap konvergensi PSAK ke IFRS (International
Financial Reporting Standart) maka Indonesia memasuki tahap persiapan akhir pada 2011 setelah sebelumnya melalui tahap adopsi (2008 – 2010). Hanya setahun saja IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menargetkan tahap persiapan akhir ini, karena setelah itu resmi per 1 Januari 2012 Indonesia menerapkan IFRS. Dengan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandingan dan pertukaran informasi secara universal. Konvergensi IFRS dapat meningkatkan daya informasi dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adopsi standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian.

   Manfaat dari program konvergensi IFRS diharapkan akan mengurangi hambatan-hambatan investasi, meningkatkan transparansi perusahaan, mengurangi biaya yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan, dan mengurangi cost of capital. Sementara tujuan akhirnya laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) hanya akan memerlukan sedikit rekonsiliasi untuk menghasilkan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Sasaran konvergensi IFRS tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012 dan konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap.

     Indonesia telah mengadopsi IFRS secara penuh pada tahun 2012, strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh Negara-negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh Negara-negara berkembang seperti Indonesia.


Memproses Neraca Lajur dalam Laporan Keuangan

 A. Pengertian Nerca Lajur
Neraca lajur atau kertas kerja adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan secara sistematis.

B. Tujuan Penyusunan Neraca Lajur
Bebarapa tujuan penyusunan neraca lajur di antaranya sebagai berikut :
  1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
  2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
  3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Bentuk neraca lajur yang lazim digunakan dalam praktik suatu perusahaan adalah bentuk neraca lajur 10 kolom, yang tampak seperti berikut :
Format Neraca Lajur






C. Prosedur Penyusuan Neraca Lajur
Adapun prosedur penyusunan neraca lajur adalah sebagai berikut :
  1. Memasukkan saldo-saldo yang terdapat dalam rekening buku besar ke dalam kolom Neraca Saldo (NS) pada formulir neraca lajur, di mana jumlah debit dengan jumlah kredit harus sama.
  2. Membuat jurnal penyesuaian dengan menganalisis data dan memasukkan ke dalam neraca lajur kolom Ayat Penyesuaian (AP).
  3. Menjumlahkan atau mencari selisih antara kolom Neraca Saldo dengan kolom Ayat Penyesuaian, dan mengisi kolom Neraca Saldo setelah Disesuaikan (NSD).
  4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom Neraca Saldo setelah Disesuaikan ke dalam kolom Laba/Rugi dan kolom Neraca.
    • Untuk rekening riil atau neraca yakni rekening Harta, Utang, dan Modal, harus dipindahkan ke dalam neraca lajur kolom Neraca. 
    • Untuk rekening nominal atau laba rugi yakni rekening Pendapatan dan Beban, harus dipindahkan ke dalam neraca lajur kolom Laba/rugi.
  5. Menjumlahkan kolom laba rugi dan neraca. Seandainya kolom laba rugi lebih besar sebelah kredit, berarti laba, maka jumlah laba dipindahkan ke kolom neraca sebelah kredit. Sebaliknya, jika jumlah dalam kolom laba rugi lebih besar sebelah debit berarti rugi, maka jumlah rugi dipindahkan ke kolom neraca sebelah debit.


Semoga artikelnya bermanfaat

Mengelola Buku Pembantu dalam Akuntansi Keuangan

A. BUKU PEMBANTU
Apabila jumlah debitur cukup banyak, maka rekening piutang dagang tidak dapat dengan segera
menunjukan saldo piutang kepada masing-masing debitur. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka dalam sistem akuntansi perusahaan perlu diciptakan suatu alat pencatatan tambahan yang disebut buku besar pembantu (disingkat buku pembantu) dalam buku pembantu ini disediakan satu rekening pembantu untuk setiap debitur maupun kreditur. Buku Pembantu tersebut dapat berupa Piutang Dagang, Utang Dagang, dan Persediaan Barang Dagangan.
Buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku besar umum (general ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu akun besar umum. Buku besar pembantu atau disingkat dengan buku pembantu yang akan dibahas pada bagian ini meliputi :
a. Buku besar pembantu hutang (account payable subsidiary), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Hutang Dagang dalam buku besar umum.
b. Buku besar pembantu piutang (account receivable subsidiary ledger), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Piutang dagang dalam buku besar umum.
Sumber pencatatan dalam buku besar pembantu adalah bukti-bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan baik terhadap hutang maupun piutang perusahaan.

B. DAFTAR SALDO
Daftar saldo merupakan tempat yang menunjukan jumlah saldo baik itu utang, piutang, maupun sediaan. Daftar saldo biasanya merupakan nama-nama perusahaan yang mempunyai hubungan dengan perusahaan kita. Seperti halnya daftar saldo piutang adalah nama-nama perusahaan yang mempunyai piutang (tagihan) yang diakibatkan dari penjualan kredit. Jumlah saldo piutang tersebut harus sama dengan jumlah saldo pada neraca. Dengan kata lain jumlah piutang yang ada sudah jelas perusahaan mana saja yang terlibat dalam piutang tersebut.

Indonesia harus sudah transisi ke IFRS

Praktisi Akuntansi, kenalkah kamu sama GAAP dan IFRS ? Seorang Akuntan tentu harus kenal betul singkatan-singkatan itu. GAAP adalah singkatan dari Generally Accepted Accounting Principles atau Prinsip-prinsip  Standar Akuntansi Keuangan berlaku umum. GAAP adalah  standar umum akuntansi dan perusahaan go public yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, dan yang digunakan oleh bisnis untuk mengatur informasi keuangan mereka menjadi catatan transaksi akuntansi yang ringkas dalam pelaporan keuangan, serta mengungkapkan informasi pendukung tertentu.

Salah satu alasan untuk menggunakan GAAP adalah agar pembaca laporan keuangan dibeberapa perusahaan memiliki dasar yang memadai untuk perbandingan, karena semua perusahaan yang menggunakan GAAP telah membuat laporan keuangan dengan menggunakan aturan yang sama.

IFRS atau International Financial Reporting Standards adalah standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Sejak tahun 2012 standar akuntansi yang digunakan Indonesia adalah IFRS. Dan sekarang sedang masa transisi (sebagian besar sudah berubah) untuk memulai standar baru yaitu IFRS. IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) mengharapkan sejak 2012 IFRS sudah di implementasikan di seluruh entitas bisnis dan pemerintah. Untuk memulai ini, seyogyanya akuntansi yang diajarkan di Sekolah terutama sekolah jurusan akuntansi sudah memulai ke arah IFRS, agar penggunaan akuntansi dengan IFRS sudah semakin dikenali dan difahami secara merata.

Pentingnya Akuntansi dalam Perusahaan ( Akuntansi = Ibadah )

Dalam akuntansi bukti transaksi, penjurnalan, hingga pelaporan keuangan sangatlah diperlukan. Hal ini
dilakukan sebagai informasi keuangan perusahaan, artinya sejauhmana kemajuan perkembangan yang terjadi pada perusahaan. Pembukuan atau akuntansi yang biasa dilakukan bukan semata-mata sebagai kelengkapan administrasi perusahaan saja. Namun sebagai umat muslim, pembukuan tersebut sudah tercantum dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan Al-Hadits. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa pencatatan keuangan itu penting sebagai salah satu penyedia informasi. Salah satu dalil tersebut tertuang dalam Surat Al-Baqaraah Ayat 282, berikut dalil dan terjemahannya :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا تَدَايَنتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَلاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِن كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيْهًا أَوْ ضَعِيْفًا أَوْ لاَ يَسْتَطِيْعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ فَإِن لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء أَن تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى وَلاَ يَأْبَ الشُّهَدَاء إِذَا مَا دُعُوْا وَلاَ تَسْأَمُوْا أَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا أَو كَبِيْرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُوْا إِلاَّ أَن تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوْهَا وَأَشْهِدُوْا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلاَ يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلاَ شَهِيْدٌ وَإِن تَفْعَلُوْا فَإِنَّهُ فُسُوْقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوْا اللهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dengan dalil diatas, sangat jelas bahwa pentingnya pembukuan dalam transaksi keuangan. Sebesar apapun usaha dan apapun bentuk usaha yang dijalani sangat diperlukan pencatatan keuangan. Selain untuk kelengkapan informasi administrasi, hal yang paling utama adalah kita telah menjalankan perintah Allah yang telah tercantum dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Istilah AKUNTANSI dalam mengelola transaksi

Berikut 143 istilah akuntansi yang biasa digunakan dalam kegiatan transaksi perusahaan :





ABJAD NO AKUN / PERKIRAAN ISTILAH AKUNTANSI
A 1 Akumulasi Penyusutan Bangunan Accumulated Depreciation Building
2 Akumulasi Penyusutan Kendaraan Accumulated Depreciation Vehicle
3 Akumulasi Penyusutan Mesin Accumulated Depreciation
Mechine
4 Akumulasi Penyusutan Peralatan Accumulated Depreciation
Equipment
5 Akuntansi Dasar Accounting Principle
6 Akuntansi Perpajakan Tax Acoounting 
7 Alur Kas Cash Flow
8 Asuransi dibayar dimuka Prepaid Insurance
9 Ayat Jurnal Penutup Closing Entries 
10 Ayat Jurnal Penyesuaian Adjusting Entries 
11 Ayat-Ayat Jurnal Journal Entry
B 12 Bangunan Building
13 Beban Expense 
14 Beban Administrasi Bank Bank Service Charge
15 Beban Asuransi Insurance Expense
16 Beban Bunga Interest Expense
17 Beban dibayar Dimuka Prepaid Expense 
18 Beban Gaji & Upah Wages & Salaries Expense
19 Beban Iklan Advertising Expense
20 Beban Kerugian Penghapusan Piutang Bad Debt Expense
21 Beban Listrik, Air & Telepon Tel, Water & Elect Expenses
22 Beban Operasional Lainnya Other Operating Expense
23 Beban Pajak Taxes Expense 
24 Beban Pemeliharan Maintenance Expense
25 Beban Penyusutan Depreciation Expense 
26 Beban Penyusutan Bangunan Depreciation Building Expense
27 Beban Penyusutan Kendaraan Depreciation Vehicle Expense
28 Beban Penyusutan Mesin Depreciation Mechine Expense
29 Beban Penyusutan Peralatan Depreciation Equipment
Expense
30 Beban Perlengkapan Supplies Expense 
31 Beban Perlengkapan Kantor Office Supplies Expense 
32 Beban Perlengkapan Toko Store Supplies Expense
33 Beban Sewa Rent Expense
34 Biaya Cost 
35 Biaya Tetap Fixed Cost 
36 Buku Besar Ledger
37 Buku Harian Journal
38 Bunga Interest
C 39 Cadangan Kerugian Piutang Allowance of Doubtful Debt
D 40 Dana Funds 
F 41 Faktur Pembelian Purchase Invoice 
42 Faktur Penjualan Sales Invoice 
H 43 Harga Pokok Barang Yang Di Jual (Harga Pokok Penjualan) Cost of Goods Sold 
44 Harta Berwujud Tangible Asset 
45 Harta Lancar Current Asset
46 Harta Tetap Fixed Asset
47 Hutang Payable 
48 Hutang Beban Accrued Payable
49 Hutang Bunga Interest Payable
50 Hutang Dagang Account Payable
51 Hutang Jangka Panjang Long Term Liabilities
52 Hutang Jangka Panjang Lainnya Other Long Term Liabilities
53 Hutang Lancar Current Liability
54 Hutang Pajak Taxes Payable 
55 Hutang PPN VAT Payable
I 56 Ikhtisar Laba Rugi Income Summary
57 Iklan Dibayar Dimuka Prepaid Advertising
58 Investasi Jangka Panjang Long Term Investment 
J 59 Jurnal Khusus Special Journal 
60 Jurnal Pembelian Purchase Journal 
61 Jurnal Penerimaan Kas Cash Receipt Journal 
62 Jurnal Pengeluaran Kas Cash Disbursement Journal 
63 Jurnal Pengeluaran Kas Cash Payment Journal 
64 Jurnal Penjualan Sales Journal 
65 Jurnal Umum General Journal 
K 66 Kas Cash 
67 Kas Bank Cash In Bank
68 Kas di Tangan Cash on Hand 
69 Kas Kecil Petty Cash
70 Kendaraan Vehicle
71 Kerugian Bersih Net Loss 
72 Keuntungan Bersih Net Income
73 Kewajiban Liabilities
L 74 Laba Profit 
75 Laba Bersih Net Profit
76 Laba Kotor Gross Profit
77 Laba Rugi Penjualan Aktiva Gain (Loss) on Sale of Fixed Asset
78 Laba Rugi Penjualan Saham Gain (Loss) on Sale of Stock
79 Laba Sesudah Pajak Income After Tax 
80 Laporan Report 
81 Laporan Rugi Laba Income Statement 
M 82 Masuk Pertama Keluar Pertama First In First Out ( FIFO ) 
83 Masuk Terakhir Keluar Pertama Last In First Out ( LIFO )
84 Mata Uang Currency 
85 Mesin Machine
86 Metode Akuntansi Accounting Method
87 Metode Eceran Retail Method 
88 Metode Garis Lurus Straight Line Method 
89 Metode Rata-Rata Average Method 
90 Modal Capital
91 Modal Saham Stock Capital
N 92 Neraca Balance Sheet
93 Neraca Lajur Work Sheet 
94 Neraca Saldo Trial Balance 
95 Neraca Saldo Penyesuaian Adjusted Trial Balance
96 Nilai Sisa Residual Value 
97 Nota Debet Debit Note 
98 Nota Kredit Credit Note
O 99 Ongkos Angkut Pembelian Freight In 
100 Ongkos Angkut Penjualan Freight Out 
 P 101 Pemasaran Marketing
102 Pembayaran Payment
103 Pembelian Purchase
104 Pembelian Bersih Net Purchase 
105 Pendapatan Income 
106 Pendapatan Bunga Interest Income
107 Pendapatan Deviden Deviden Income
108 Pendapatan Sewa Rent Income 
109 Penghasilan Revenues
110 Penjualan Sales
111 Penjualan Bersih Net Sales
112 Penyusutan Atas Harta tak Berwujud Amortization 
113 Peralatan Equipment
114 Peralatan Kantor Office Equipment
115 Peralatan Toko Store Equipment
116 Periode Akuntansi Accounting Period

117 Perlengkapan Supplies 
118 Perlengkapan Kantor Office Supplies
119 Perlengkapan Toko Store Supplies
120 Persediaan Inventory
121 Persediaan Barang Dagang Merchandise Inventory
122 Pinjaman Bank Bank Loan
123 Piutang Receivable 
124 Piutang Bunga Interest Receivable
125 Piutang Dagang Account Receivable
126 Piutang PPN Tax Receivable
127 Potongan ( Harga ) Discount 
128 Potongan Pembelian Purchase Discount
129 Potongan Penjualan Sales Discount
130 PPN Keluaran VAT Out
131 PPN Masukan VAT In
132 Prive Drawing
R 133 Rata Rata Bergerak Moving Average
134 Reconsiliasi Bank Bank Reconciliation 
135 Retur Pembelian Purchase Return
136 Retur Penjualan Sales Return
137 Rugi Loss 
138 Rugi Kotor Gross Loss 
S 139 Saldo Laba Periode Lalu Retained Earning
140 Saldo Setelah Penyesuaian Adjusted Balance
141 Sewa dibayar dimuka Prepaid Rent
T 142 Tahun Pajak Fiscal Year 
143 Tanah Land

DOWNLOAD via MediaFire
DOWNLOAD via adf.ly

Semoga bermanfaat